Diantara manusia ada
yang meyembelih dirinya setiap hari dengan pisau kecemasan sehingga anda
melihatnya selalu sedih dan risau. Dia menduga dirinya akan gagl dalam ujian
doktoral, rumahnya akan rubuh dalam jangka waktu sepuluh tahun, harga-harga akan naik, atau
proyeknya akan berakhir dengan
kegagalan. Dia memikul kegalauan sebesar bola bumi diatas kepalanya. Bukan itu
saja, bahkan hatinya alaksan gabu yang menyerap semua kecemasan, isu gosip
sehingga kehidupanya hampir hancur ,harapan-harapan dan mimpi-mimpinya hampir
berakhir.
Sesungguhnya
laki-laki ini menjalani khidupanya seakan-akan berada pada perang dunia yang
tidak akan berakhir atau tidak akan reda walaupun sesaat. Jika peperangan ituh
akan berakhir , dia melihat serangan-serangan menakutkan dari pasukan-pasukan
penyakit dan virus yang menghantam tubuhnya sehingga dia tidak mendapatkan
sesuatu yang akan mencegah penyakit-penyakit ituh, karena dia menjadikan
penyakit ituh bersemayam dihatinya, dia menjadikan hatinya sebagai markas
militer untuk penyakit-penyakit tekanan batin , keresahan lain lain.
Saudaraku
tercinta, Nyatakanlah kehidupanmu dari hari demi hari!
Janganlah memikul kegalauan sebesar bola bumi diatas
kepalamu ! Berbaiklah sangka Kepada Tuhanmu! Ketahuilah bahwa dia menyayangimu
melebihi kasih sayang seorang ibu terhadap bayinya yang masih menyusui!
Ketahuilah bahwa Dia menyangi hamba-hambanya dan tidak pernah menyia-nyiakan
hamba-hambanya yang bertauhid
Periksalah masa lalumu dan hari sekarangmu.
Kehidupan ituh realita….
Realita yang harus dilalui dengan kemenangan tanpa kecemasan
J


Tidak ada komentar:
Posting Komentar